“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” (QS 2:183)Starting ibadah Puasa kita dengan didasari Setting niat yang baik dan benar hanya Lillahi Ta’ala. Marilah kita gunakan kesempatan yang baik ini untuk meng-Upgrade kadar keimanan kita agar kita mampu menDownload ketaqwaan, kesabaran dan keikhlasan sebanyak-banyaknya.
Di bulan yang penuh Maghfirah ini mari kita gunakan waktu yang ada untuk Searching ilmu agama di majlis ta’lim, mengikuti Tausiyah, menyimak Kultum dll. guna mempertebal Tauhid kita. Kita isi waktu luang untuk rajin Surfing keagungan Ilahi Rabbi melalui I’tikaf di Masjid dan mengharap ampunan Allah sebagaimana janjiNya yang akan menDelete dosa-dosa kita baik yang telah lalu maupun yang akan datang.
Bulan inilah saat yang tepat bagi kita untuk Hunting pahala sebanyak banyaknya melalui sikap rela berbagi dan ikhlas memberi kepada sesama. Saat ini pulalah waktu yang tepat untuk banyak-banyak meReplay kebiasaan mengaji dan mengkaji ayat-ayat suci Al Qur'an, agar tidak ada lagi waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, sehingga niat buruk yang tersirat di hati dapat diCancel.
Kita jadikan Ibadah Puasa ini sebagai Antivirus untuk men Scan jiwa kita hingga betul-betul bersih dari noda. Memang terasa berat namun yakinlah bahwa Allah سبحانه وتعالى. akan memberi penghargaan tersendiri ketika kita sukses menjalaninya berupa kemenangan hakiki.
Lalu kita tandai kemenangan itu nantinya dengan kebesaran jiwa meRequest maaf pada sesama, dan dengan ketulusan jiwa kita Approve permohonan maaf dari sesama.
Ramadhan yang penuh berkah ini harus kita jadikan sebagai momentum untuk menyelamatkan masyarakat dengan melakukan taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah), baik dengan taubat, munajat dan menjalankan sejumlah peribadatan maupun dengan khidmat yakni memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat agar kehidupan kita betul-betul dapat dirasakan manfaatnya bagi orang lain dan perbaikan masyarakat dapat kita wujudkan dari waktu ke waktu, baik perbaikan diri, keluarga, masyarakat maupun bangsa dan negara.
Bulan Ramadhan adalah fursoh untuk memperbanyak ibadah sehingga kita dapat menjauhi hal-hal yang mempersempit waktu ibadah, seperti menghabiskan waktu hampir seharian di dapur untuk menyiapkan makanan berbuka, karena saat yang terbaik untuk pengisian ruh dan pensucian jiwa akan hilang begitu saja dengan pengisian perut dan pengotoran jiwa, menghabiskan waktu di depan televisi dan perbuatan lainnya yang cenderung tidak ada gunanya.
Menahan anggota tubuh dan hati dari perbuatan yang diharamkan menjadi suatu keniscayaan dalam bulan Ramadhan ini. Seperti misalnya menahan pandangan mata dari pandangan yang dimakruhkan, Menahan pendengaran dari namimah, ghibah dan kemungkaran, menjaga Lisan dan hati dari perbuatan yang dapat mengotorinya. Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم Bersabda : “bukanlah shaum itu sekedar meninggalkan makan dan minum, Melainkan meninggalkan pekerjaan sia-sia (tak bernilai) dan kata-kata Sombong” (HR.Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah). Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم juga Bersabda: “Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong, bahkan mempraktekkannya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekedar meninggalkan makan dan minum” (HR.Bukhari-Muslim).
Dalam Ramadhan ini kita bertekad akan menyelami rahasia kehidupan, dari mana, di mana dan hendak kemana kita? Sehingga kita akan menghayati bahwa dunia ini adalah tempat berusaha untuk mematuhi perintah Allah dan akhirat adalah untuk menerima balasan dariNya.




0 Response to ""