Muhasabah Diri

Saat ini kita berada di bulan Ramadhan hari ke 15 bertepatan dengan tanggal 25 Agustus 2010. Terkait dengan hal ini, sudah selayaknya kita sebagai umat Islam memaknai bulan puasa ini sebagai momentum untuk introspeksi dan perbaikan diri di masa depan. Mari kita bertanya pada diri sendiri, apakah amalan ibadah di bulan suci ini telah kita lakukan dengan optimal dan sesuai dengan tuntunan Islam ? Selanjutnya apa yang akan kita lakukan di masa yang akan datang agar diri kita menjadi insan yang muttaqin.

Ada anagium Arab yang menyatakan bahwa “ Celakalah seseorang yang tidak mengenal dirinya sendiri.” Dalam konteks kehidupan di dunia fana ini, banyak manusia masih belum mengenal dirinya, belum mengetahui apa yang dibutuhkan bagi dirinya, ke arah mana dia harus membawa dirinya, dan pedoman apa yang dapat ia pegang teguh sehingga hal itu memang benar-benar baik bagi petualangan hidupnya. Memang dalam fenomena yang terjadi, kebanyakan orang yang berhasil adalah orang yang mengenal baik dirinya, ia mengetahui potensi yang dimiliki, kekurangan yang menghambat dirinya untuk maju, ia juga menyadari sepenuhnya visi dam misi dalam kehidupannya, sehingga dengan mengetahui dirinya tersebut makin mudahlah ia untuk meraih keberhasilan.

Ya Allah, Wahai Yang Maha Mendengar jadikan media pertemanan ini membuat kami mampu mengenal diri kami, tuntun kami untuk memperbaiki yang salah, bukakan hati kami untuk dapat mengenal jalan hidup kami, jadikan setiap langkah kami benar-benar tepat di jalan yang Engkau sukai sehingga tiada yang kami tuju selain hanya Engkau Yang Maha Menatap. Amiin Ya Robbal’ alamin. Kalau kita selalu berorientasi memikirkan keluar dari diri kita, semua yang kita katakan akan jadi bumerang. Ingat dalilnya "Semua harus berawal dari diri sendiri". Program yang paling sulit dilakukan oleh seorang dai adalah menda'wahi dirinya sendiri. Ingin merubah suami,istri, anak, teman, kuncinya adalah merubah diri. Kalau orang tidak merubah dirinya, dia pasti akan sulit dengan perubahan yang terus terjadi setiap hari dalam hidupnya.

Ciri orang yang tidak bisa merubah diri adalah emosional. Semua masalah dalam hidup ini akan lenyap kalau punya tingkat kearifan. Makin tua kita seharusnya makin serius belajarnya. "Barangsiapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin maka akan beruntung". Maka dari itu makin hari kita harus makin baik kalau tidak kita akan menghadang bencana. Setiap orang itu harus punya keyakinan dalam diri bahwa "Jika saya tidak berubah maka saya akan celaka", "Jika saya tidak merubah diri maka saya tidak akan merubah apapun atau siapapun", "Jika saya tidak merubah diri berarti saya akan menghancurkan hidup saya".

Perubahan adalah kesuksesan, Perubahan akan membuat hidup tenang, keberhasilan, keselamatan, dan juga merupakan kunci kedekatan dengan Allah سبحانه وتعالى . Kita itu terpaku pada keadaan yang belum tentu benar. Kalau kita mau perubahan kita harus mengetahui apa yang harus dirubah. Kuncinya yang pertama adalah kita harus punya keberanian untuk mengetahui kekurangan diri kita sendiri. Dengan memiliki hal ini akan lebih mudah dalam merubah diri. Miliki juga keberanian untuk mencari kekurangan. Kunci sukses dalam semua hal adalah memperbaiki diri. Sebesar apapun dosa kita, pengampunan Allah lebih besar lagi kepada orang yang tobat dan bukti tobat adalah kegigihan memperbaiki diri. Milikilah kawan kontributor kekurangan kita, bacalah buku yang banyak mengenai penyakit hati, luangkan waktu untuk mencatat kekurangan diri. Setelah itu tahapan selanjutnya adalah Riyadoh atau latihan.

Dalam latihan harus ada program yang harus kita jalankan, contohnya : program harian melenyapkan penyakit hati, misalnya sehari shaum bicara. Saya hanya mau menyatakan hal yang baik, bermanfaat, dan kata-kata yang terpilih hari ini, besok boleh terserah. Setiap selesai sholat kembali evaluasi lalu bertobat jadi kita bertemu dengan perbaikan setiap waktu. Contoh lainnya sehari tanpa marah.atau boleh disebut dengan (tajdid anniat)memperbaharui niat . Pertanyaannya kapan kita berda'wah kepada orang lain? Justru dengan kita memperbaiki diri, orang lain melihat kita dan berdampak kepada orang lain. Contoh lainnya adalah kita latihan agar setiap uang yang kita dapat, kita sisihkan untuk amal. Inilah jihad kita.

Kalau kita tidak pernah memulai, omongan kita akan terasa hambar, inilah seninya. Memang butuh waktu untuk menyadarkan orang lain, namun yang terpenting adalah kita sadar terlebih dahulu. Apabila tujuan kita untuk membangun bangsa maka tumbuhkan dahulu keinginan untuk membangun diri sendiri kemudian keluarga baru kemudian bangsa. Insya Allah nantinya akan hadir pemimpin dari bapak yang sadar membina keluarga. Pilihlah riadoh yang isinya bersifat realistik dan lakukan secara bertahap. Terus saja lakukan setiap hari memperbaiki diri, baik di rumah, di lapangan atau dimanapun kita berada. Sabarlah dalam memperbaiki diri dan melihat bahwa setiap hari orang dilahirkan dengan karakteristik yang berbeda-beda. Sangat mungkin memakan waktu bisa satu bulan, dua bulan bahkan setahun. Hal yang terpenting adalah diberi kekuatan didalam memperbaiki diri, dan bukankanlah hasil yang terpenting, setiap usaha yang telah dikerjakan kita serahkan saja kepada Allah سبحانه وتعالى untuk menilai. "Kalau orang bersungguh-sungguh menuju Allah, maka Allah سبحانه وتعالىakan lebih bersungguh-sungguh lagi menunjukkan jalanNya".

"Jika saya tidak merubah diri berarti saya akan menghancurkan hidup saya". Perubahan adalah kesuksesan, Perubahan akan membuat hidup tenang, keberhasilan, keselamatan, dan juga merupakan kunci kedekatan dengan Allah سبحانه وتعالى. Kita itu terpaku pada keadaan yang belum tentu benar. Kalau kita mau perubahan kita harus mengetahui apa yang harus dirubah. Kuncinya yang pertama adalah kita harus punya keberanian untuk mengetahui kekurangan diri kita sendiri. Dengan memiliki hal ini akan lebih mudah dalam merubah diri. Miliki juga keberanian untuk mencari kekurangan.

Kunci sukses dalam semua hal adalah memperbaiki diri. Sebesar apapun dosa kita, pengampunan Allah lebih besar lagi kepada orang yang tobat dan bukti tobat adalah kegigihan memperbaiki diri. Milikilah kawan kontributor kekurangan kita, bacalah buku yang banyak mengenai penyakit hati, luangkan waktu untuk mencatat kekurangan diri. Setelah itu tahapan selanjutnya adalah Riyadoh atau latihan. Dalam latihan harus ada program yang harus kita jalankan, contohnya : program harian melenyapkan penyakit hati, misalnya sehari shaum bicara. Saya hanya mau menyatakan hal yang baik, bermanfaat, dan kata-kata yang terpilih hari ini, besok boleh terserah. Setiap selesai sholat kembali evaluasi lalu bertobat jadi kita bertemu dengan perbaikan setiap waktu. Contoh lainnya sehari tanpa marah.atau boleh disebut dengan (tajdid anniat)memperbaharui niat .

Mari kita benahi diri kita dengan mencoba menahan pandangan dengan menundukkan pandangan, kemudian latih diri kita dalam menahan pendengaran yang menjadikankan jauh dari Allah. Menahan mulut jangan mencela, jangan komentar, dan jangan mengeluh. Teruslah kendalikan pendengaran, mulut dan pandangan. Kalau kita sudah dapat mengendalikan diri dengan baik, berbicara akan enak, bergaul pun jadi enak.

Beberapa ulama tafsir memberikan penjelasan yang lebih komprehensif tentang ayat ini, terkait dengan proses evaluasi dan perencanaan, yaitu sebagai berikut:

  1. Orang yang beriman dan bertaqwa akan menjadi optimal Iman dan Taqwanya kepada Allah سبحانه وتعالى , manakala ia selalu melakukan instrospeksi diri Proses evaluasi hanya efektif kalau didasari oleh iman dan taqwa.

  2. Evaluasi merupakan sistem penilaian. Kalau penilaian ini dilakukan diri sendiri maka kemungkinan bersifat subjektif. Agar dicapai penilaian yang objektif atau sportif maka ia harus punya iman dan taqwa.

  3. Jika ingin mendapatkan penilaian efektif dimasa datang maka ia perlu perencanaan
    Orang iman dan taqwa hanya akan produktif, kalau segala amalan yang dilakukannya berdasarkan perencanaandan dengan perencanaan akan memudahkan mencapai tujuan yang hendak dicapai.

  4. Niat (Perencanaan) memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas dan kuantitas amalan. Sebab itu ketika nabi hendak hijrah ke Madinah, dan ditemukan kasus sebagian pemuda yang ikut berhijrah atas dasar wanita cantik, nabi bersabda. “Sesungguhnya amal itu tergantung dari niat”.

  5. Allah سبحانه وتعالى akan memberikan bimbingan kepada seseorang yang dalam melakukan amalan diawali dengan niat atau perencanaan yang baik, untuk mengakses berbagai kemampuan yang sebelumnya belum pernah ia dapati. Nabi Muhammad صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, “Barang Siapa yang berbuat amalan yang didasari pengetahuan yang baik, maka Allah سبحانه وتعالى akan membimbing kepada orang untuk untuk memperoleh pengetahuan/ keterampilan baru yang sebelumnya belum ia ketahui”.

  6. Orang yang beriman, bertaqwa, melakukan evaluasi dan perencanaan akan diberikan keberkahan hidup oleh Allah سبحانه وتعالى. Berkah adalah wujud dari kesejahtreaan. Kebutuhan hidupnya terpenuhi sesuai dengan waktu, baik berupa kebutuhan fisik, rasa aman, sosial, harga diri, dan manfaat kepada orang lain. Dan berkah hidup yang hakikat dan sangat didambakan setiap orang adalah khusnul khotimah.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pentingnya muhasabah diri sebagai landasan kita untuk berubah menjadi lebih baik. Semoga Ramadhan 1431 Hijriyah ini bisa kita manfaatkan semaksimal mungkin.

0 Response to "Muhasabah Diri"