Cinta

Siapa tak mengenal kata ini? Sebagai manusia normal kita pernah merasakannya, hanya kadarnya saja yang berbeda. Cinta memang asyik dan nikmat untuk dibicarakan atau pun dirasakan. Cinta ternyata ibarat dua sisi mata pisau yang tajam. Bila tak benar menggunakannya bukan tak mungkin kita malah akan terluka karenanya. Seperti kata Kahlil Gibran bahwa di balik sayap indah cinta, waspadalah ada terselip sebilah pisau tajam yang siap untuk mencabikmu.

Cinta itu buta, ibarat bensin yang mampu menggerakkan mesin, ibarat angin yang mampu bergerak super elastis, ibarat matahari yang mampu menerangi alam semesta. Cinta bagaikan nafas kehidupan. Kapan pun, kisah seputar cinta tak akan pernah habis. Selama mata terbuka, sampai jantung tak berdetak, selama itupun cinta terus ada bersama insan-insan pencinta. Kehidupan adalah cinta. Cinta yang membuat seseorang tertawa, cinta pula yang membuta seseorang menangis. Cinta memang penuh warna. Tapi sebagian orang hanya mengenal merah jambunya cinta. Padahal, gelap dan kelabunya cinta pun haruslah dikenal.

Apa itu cinta? Bila ada sepuluh orang bertanya tentang cinta, akan ada sepuluh jawaban pula yang bakal disodorkan. Bahkan para filsuf dan pemikir dari jaman baheula hingga jaman globalisasi masih pada kebingungan untuk mendefinisikan tentang arti cinta. Makanya ada yang bilang, cinta tidak untuk didefinisikan karena it's all about feeling.

Betapa berharganya cinta, dan betapa sibuknya manusia mengejar cinta. Cinta isteri, cinta anak, cinta perusahaan, cinta negara bahkan cinta pada binatang peliharaan. Semua kejadian di dunia ini tidak pernah terlepas dari yang namanya cinta. Pernahkah engkau menikmati setiap aliran cinta yang merambati tubuhmu di saat engkau menarik nafas segar di pagi hari, merasakan sejuknya embun yang menetes di wajahmu, dan bugarnya badan untuk memulai beraktivitas? Bila belum, cobalah. Pejamkan matamu dan relaksasikan pikiranmu. Biarkan sesuatu yang bening mengaliri sanubarimu. Oksigen yang terhirup, embun yang lembut, sinar mentari yang hangat, tubuh yang sehat, iman yang kuat dan pikiran yang mantap, itu semua ada karena cinta.

Mencintai makluk berpeluang untuk menemui kehilangan, kebersamaan dengan makhluk juga berpeluang mengalami perpisahan. Hanya Cinta kepada Allah yang tidak akan pernah lekang sampai akhir zaman. Jika mencintai seseorang ada dua kemunginan di terima dan ditolak. Jika ada penolakan maka akan sakit rasanya. Jika di terima dunia terasa indah, tapi tidak ada yang menjamin kekekalannya, jika seseorang yang di cinta telah pergi. Jika mencintai Allah sudah pasti diterima. Allah SWT tidak akan pernah meninggalkan makhluk-Nya yang sangat mencintainya.

Cinta Allah SWT kekal dan abadi selamanya. Kita tidak akan pernah merasa kehilangan, kita tidak akan pernah dikecewakan. Tidak ada yang akan merebut Allah SWT yang kita cintai dari hati kita. Tak kan ada yang merampas Allah SWT. Jika kita hidup dan bermesraan dengan Allah, kita tidak akan pernah berpisah dengan-Nya. Allah akan setia menyertai setiap gerak-gerik langkah kita bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Allah tidak akan berpisah dari kita , kecuali kita sendiri yang berpisah dari-Nya.

Cinta yang paling membahagiakan adalah Cinta kepada Subhanahuwata'ala. Semoga kita bisa menempatkan cinta ke tempat yang sesungguhnya, sehingga hidup kita akan selalu di penuhi oleh cinta kepada Sang Pemilik Cinta Sejati yaitu Allah Azzawajalla.

0 Response to "Cinta"