Seindah Indahnya Bunga

Hampir dari semua kita menyukai bunga. Bunga banyak di gunakan sebagai hiasan pada acara tertentu seperti misalnya pernikahan, juga sebagai pajangan disudut rumah, juga untuk mempercantik pernak pernik, juga untuk pembuatan parfum. Didalam setangkai bunga terdapat banyak rahasia kebesaran Allah سبحانه وتعالى.
Sebuah kuncup bunga memerlukan perjuangan untuk menjadi mekar. Jika kita mengingat kembali pelajaran biologi di sekolah, ada namanya istilah penyerbukan oleh angin, hewan, air dan manusia. Artinya bunga merupakan tumbuhan yang berjuang untuk kehidupannya. Bunga memiliki proses dalam perkembangannya hingga bisa mekar menjadi sebuah bunga nan indah serta harum mewangi sedap dipandang mata juga membawa kesejukan bagi siapa saja yang melihat atau memilikinya.
Dari sebuah bunga kita bisa pelajari, bahwa semua itu butuh proses, tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja. Juga dalam hidup dan kehidupan ini, bila diibaratkan kehidupan itu sebagai seorang bayi, maka tidak ada bayi yang langsung bisa berjalan dan berbicara, semuanya butuh tahapan.
Sungguh tidak ada satu pun yang di ciptakan Allah سبحانه وتعالى itu sia-sia. Sebuah bunga tumbuh mekar bukan tanpa maksud, bunga sesunggunya mempunyai arti tersendiri dalam pertumbuhannya. Tujuan utama bunga bagi tanaman itu sendiri ialah untuk menghasilkan buah. Pembuahan dilakukan agar supaya dapat memperbanyak bunga yang akan tumbuh. Bunga juga berguna untuk memikat serangga yang akan membantu proses penyerbukan melalui aroma khas nya. Oleh karena itu mari kita merenungi kembali tujuan penciptaan manusia , sesungguhnya tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى. Hal ini tercantum dalam Al Qur'an Surat Adz-Dzariyat ayat 51-65) : ”Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Ku “
Sering kita mendengar perumpamaan wanita dengan sebuah bunga. Lalu yang menjadi pertanyaan : samakah wanita dengan bunga ? Jika kita membandingkan kesamaan dan perbedaannya, maka kita akan mendapati jauh lebih banyak perbedaannya. Karena itu jawabannya adalah "tidak", ... kita tidak sama dengan bunga, namun kita lebih indah dari pada bunga !.
Bukankah bunga adalah tanaman yang keindahannya diperuntukan untuk semua orang yang melihatnya ? Namun wanita berbeda, kita akan semakin indah justru apabila keindahan kita tertutup rapi. Keindahan kita ada untuk sebuah maksud yang suci. Jika kita di ibaratkan bunga, hanya akan ada sebuah kumbang yang boleh menikmati keindahan dan wanginya. Kita para wanita muslimah adalah bunga yang terpelihara. Bunga yang dipersiapkan untuk memasuki sebuah taman yang akan disirami indahnya iman. Sungguh indah rahasia Allah سبحانه وتعالى Sungguh nikmat aturan-Nya dalam memuliakan para wanita.
Sungguh merupakan suatu kebahagiaan yang tak terkira jikalau keindahan yang menawan beserta kenikmatan itu lebur dalam sebuah ikatan suci yang di Ridhoi oleh Allah سبحانه وتعالى. Sebuah keindahan akan semakin terasa indah dalam sebuat ikatan pernikahan.
Indah dan wangi nya kita hanya untuk suami. Kita akan semakin mekar di pupuk dan disirami dalam taman yang di ridhoi. Seperti halnya bunga dengan keragaman jenis keindahan dan wanginya,seperti itu pulalah wanita dengan keragamannya. Namun tidak mengapa, kita akan menjadi bunga terindah untuk para suami. Jika wanita ibarat bunga, masing-masing kumbang mempunyai bunga miliknya dan tidak akan menikmati keindahan bunga lain selain bunga miliknya.
Begitulah indahnya ajaran islam. Tidakkah ingin kita menjadi “bunga terindah” ? Tidakkah kita ingin menjadi bunga dalam indahnya taman surga Allah ? Pernahkah kita membayangkan menjadi incaran para hamba Allah yang shalih di negri abadi sana ? Tidakkah ingin meraihnya ? saya yakin tidak ada yang menolaknya. Namun sayang, jaminan surga itu sangatlah mahal. Jalan menuju jannah-Nya dipenuhi onak berduri sementara jalan menuju neraka itu di penuhi nafsu dan syahwat.
Wahai para wanita, para bunga terindah, jangan menebar harum wangimu karena itu hanya membuatmu tidak akan mencium aroma surga. Jangan menebar keindahan karena itu hanya semakin menjauhkan diri dari surga. Janganlah terlena terhadap para penyeru fitnah dan perusak kaum wanita yang akan memalingkan kita dari kenikmatan dan kemuliaan surgawi.
Sungguh indah para bidadari dunia yaitu wanita sholihah. Jika mereka belum bersuami mereka menjaga dirinya, Taat kepada Allah dan Rasulnya dan orang tuanya menjadi ladang amalnya. Jika mereka telah bersuami, maka itu akan semakin menambah semangatnya meraih surga dengan berbakti terhadap suaminya.
Kehidupan dunia ini adalah fana dan sementara sedangkan kehidupan akhirat adalah kekal. selamanya. Akankah kita rela mengganti kenikmatan surga nan kekal dengan kehidupan yang sementara ini ? Mari kita kembali ke fitrah. Banyak jalan menuju surga dan seiring dengan itu pula banyak jalan menuju neraka. Gunakanlah kesempatan selagi masih diberi, karena umur itu teramat singkat dan teramat sayang untuk di sia-siakan.
Seindah-indahnya bunga, wanita lah yang lebih indah. Jadilah “bunga” terindah di dunia dan “bunga” terindah di taman surga-Nya.




0 Response to "Seindah Indahnya Bunga"