Keutamaan dan Amalan Bulan Rajab

Diriwayatkan Dari Anas bin Malik رضي الله تعالى bahwa Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo’a, “Allahumma Baarik Lanaa Fii Rajab Wa Sya’baan Wa Ballighnaa Ramadhan” Ya Allah, Anugerahkanlah kepada kami barakah di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan. (HR Ahmad dan Bazzar)

Keutamaan Bulan Rajab

Bulan Rajab adalah salah satu dari Empat Bulan Haram atau yang dimuliakan Allah سبحانه وتعالى (Bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) :
إِنَّمَا ٱلنَّسِىٓءُ زِيَادَةٌ۬ فِى ٱلۡڪُفۡرِ‌ۖ يُضَلُّ بِهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُحِلُّونَهُ ۥ عَامً۬ا وَيُحَرِّمُونَهُ ۥ عَامً۬ا لِّيُوَاطِـُٔواْ عِدَّةَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ فَيُحِلُّواْ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ‌ۚ زُيِّنَ لَهُمۡ سُوٓءُ أَعۡمَـٰلِهِمۡ‌ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِى ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡڪَـٰفِرِينَ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah Subhanahu Wata'ala adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS.At Taubah:36)

Dalam pergantian bulan-bulan Hijriyah kita disunnahkan untuk berdo’a, terutama ketika melihat hilal atau bulan pada malam harinya. Do’a yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم adalah :
اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاْلأَمْنِ وَاْلإِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَم رَبِّيْ وَرَبُّكَ اللهُ هِلاَلَ رُشْدٍ وَخَيْرٍ
“Ya Allah, Jadikanlah bulan ini kepada kami dalam kondisi aman dan hati kami penuh dengan keimanan, dan jadikanlah pula bulan ini kepada kami dengan kondisi selamat dan hati kami penuh dengan keislaman. Rabb ku dan Rabb mu Allah. Bulan petunjuk dan bulan kebaikan.” (HR. Turmudzi)

Shaum di Bulan Rajab

Shaum dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulia lainnya hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم Bersabda: “Puasalah pada bulan-bulan haram (mulya).” Hadits riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad.

Ditulis oleh Imam Asy Syaukani dalam Kitabnya, Nailul Authar, menerangkan bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhamad bin Manshur As Sam’ani yang mengatakan bahwa tidak ada hadis yang kuat yang menunjukkan kesunahan puasa Rajab secara khusus.

Imam Asy Syaukani berpendapat banyak hadits yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunahkan untuk berpuasa di dalamnya adalah kurang kuat untuk dijadikan rujukan, maka hadits-hadits yang umum seperti tersebut di atas, itu cukup menjadi hujah atau landasan.

Berkata Imam Nawawi r a “Memang betul tak satupun ditemukan hadits shahih mengenai puasa rajab, namun cukup jelas bahwa Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada larangan khusus puasa dan ibadah di bulan rajab maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa rajab dan ibadah lainnya di bulan rajab” (Syarah Nawawi ala shahih Muslim)

Diriwayatkan oleh Imam al-Nasa’i dan Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Huzaimah. Usamah berkata pada Nabi, “Wahai Rasulullah, saya tidak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Engkau lakukan dalam bulan Sya’ban.’ Rasulullah salallahu alaihi wasalam menjawab : ‘Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan oleh kebanyakan orang. Di bulan itu perbuatan dan amal baik diangkat ke Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa.”

”Imam Ja’far al-Shadiq meriwayatkan : Bahwasanya Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Rajab bulan agung Allah yang tak tertandingi oleh bulan-bulan lain dari sisi kemuliaan dan keutamaan. Peperangan melawan orang-orang kafir diharamkan di bulan ini. Sesungguhnya Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadhan bulan umatku. Barangsiapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, niscaya dia memperoleh keridhaan terbesar Allah, murka Allah dijauhkan darinya, dan pintu-pintu neraka tertutup baginya.”

Bulan Rajab merupakan starting awal untuk menghadapi Bulan Suci Ramadhan. Rasulullah menyiapkan diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan selama dua bulan berturut sebelumnya, yaitu bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dengan berdoa dan memperbanyak amal shalih.

“Rajab merupakan bulan mohon ampunan bagi umatku. Maka, perbanyaklah mohon ampunan (Allah) di dalamnya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Pengasih. Bulan Rajab di sebut dengan al-Ashab (yang mengalir dengan deras), lantaran al-rahmah (kasih sayang Allah) tercurah amat deras di dalamnya. Oleh karenanya, perbanyaklah kalian mengucapkan : Astaghfirullaha wa as aluhu at-taubah (Aku mohon ampunan Allah dan minta taubat pada-Nya).”

Diriwayatkan pula, bahwa bulan Rajab memiliki banyak keutamaan, diantaranya adalah :

  1. Rasulullah bersabda :“Barangsiapa pada bulan Rajab mengucapkan: astaghfirullaha alladzi lâ ilâha illa huwa wahdahu lâ syarîka lahu wa atûbu ilaihi sebanyak seratus kali dan menutupnya dengan sedekah, niscaya Allah menutup usianya dengan rahmat dan ampunan. Barangsiapa mengucapkannya sebanyak empat ratus kali, niscaya Allah menetapkan baginya pahala seratus orang syahid.

  2. Rasulullah bersabda : “Barangsiapa pada bulan Rajab mengucapkan: Lâ ilâha illallahu sebanyak 1.000 kali, niscaya Allah menetapkan baginya 100.000 kebaikan dan dan membangun untuknya sebuah kota di surga.”

  3. Rasulullah bersabda : “Barangsiapa memohon ampunan kepada Allah sebanyak 70 kali di waktu pagi dan 70 kali di waktu petang, dengan ucapan : Astaghfirullaha wa as aluhu at-taubah (Aku mohon ampunan Allah dan minta taubah pada-Nya); kemudian pabila telah genap tujuh puluh kali dia mengangkat kedua tangannya seraya berdoa : Allahumma ighfir lî wa tub ‘alayya ( Ya Allah, ampunilah dosaku dan berikan taubat padaku ), maka jika dia mati pada bulan Rajab niscaya api neraka tidak bakal menyentuhnya .”

  4. Dari Sa'id bin Rasyid Rasulullah bersabda : Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab maka laksana ia puasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka Jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu sorga, bila puasa 10 hari maka Allah سبحانه وتعالى akan mengabulkan semua permintaannya."(HR al-Thabrani)

  5. "Sesugguhnya di sorga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".

  6. Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda : "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."

Sumber :dakwatuna.com

0 Response to "Keutamaan dan Amalan Bulan Rajab"